Iklan

Iklan feed

,

Iklan

 



Harga Emas Antam Pecah Rekor Tertinggi Akhir Januari 2026 , Simak Penyebab nya !

Naratawa
Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:36:38Z

Naratawa.id - Kenaikan harga emas pada Rabu, 28 Januari 2026, tercatat sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam pasar komoditas global. 

Pada hari tersebut, harga emas dunia (XAU/USD) tidak hanya menguat, tetapi berhasil menembus level psikologis baru yang sangat tinggi, yang kemudian memicu lonjakan harga emas domestik (Antam) hingga melampaui angka Rp3.000.000 per gram, menurut tinjauan 

Berikut adalah analisis mendalam mengenai fakta dan data di balik lonjakan harga emas tersebut.

1. Data Kenaikan Harga (28 Januari 2026)


Berdasarkan data pasar pada penutupan perdagangan Rabu (28/1) dan pembukaan Kamis (29/1) pagi :

Harga Emas Dunia : Melonjak hingga melewati level US5.200−US5.300 per troy ons. Sebagai perbandingan, pada awal Januari 2026 harga masih berada di kisaran US$4.800-an.

Harga Emas Antam (Domestik) : Pada Rabu sore, harga emas Antam melonjak sekitar Rp35.000 hingga Rp52.000 per gram, menempatkan posisinya di angka Rp3.003.000 per gram.

Logam Mulia Lain : Perak (silver) juga mencatatkan rekor intraday dengan kenaikan ekstrem di atas US$110 per ons, menunjukkan tren bullish masif pada aset logam.

2. Faktor Pemicu Utama kenaikan emas dan logam mulia (Global & Domestik)


Lonjakan harga yang sangat agresif ini dipicu oleh kombinasi "badai sempurna" di sektor politik dan ekonomi :

A. Sentimen Kebijakan The Fed (AS)

Pasar bereaksi terhadap hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) yang berakhir pada Rabu waktu AS. Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga di tengah ekspektasi inflasi yang tinggi menciptakan narasi debasement trade. Investor mulai meragukan kekuatan mata uang kertas (fiat) dan beralih ke aset riil seperti emas.

B. Geopolitik global yang terus memanas

Tahun 2026 ditandai dengan ketegangan geopolitik yang ekstrem. Beberapa poin kunci meliputi :

Isu Greenland & Tarif Dagang : Kebijakan luar negeri AS yang agresif terkait klaim mineral di Greenland dan ancaman tarif terhadap sekutu NATO menciptakan ketidakpastian besar.

Konflik di Timur Tengah & Amerika Latin : Eskalasi militer yang melibatkan beberapa negara besar membuat investor panik dan mencari perlindungan di aset safe haven.

C. Pelemahan Dolar AS (DXY)

Indeks Dolar AS jatuh ke level terendah dalam hampir empat tahun. Karena emas dihargai dalam dolar, pelemahan mata uang AS secara otomatis membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan global secara tajam.

D. Aksi Borong Bank Sentral

Banyak bank sentral di seluruh dunia (terutama di Asia dan Timur Tengah) terus menambah cadangan emas mereka secara masif sebagai langkah diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.

3. Analisisa : Apakah Kenaikan Harga emas 2026 hal biasa ?


Kenaikan kali ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Para analis menyebutnya sebagai "Early Warning" bahwa ekonomi global sedang tidak stabil.

Pelindung Inflasi : Emas kembali mengukuhkan perannya sebagai alat lindung nilai (hedging) yang paling dipercaya ketika instrumen investasi lain seperti saham dan kripto mengalami volatilitas tinggi.

Keterbatasan Pasokan : Permintaan fisik yang melonjak dari sektor industri (terutama teknologi AI yang membutuhkan logam mulia) mulai berbenturan dengan pasokan tambang yang terbatas.

4. Dampak bagi Investor Lokal


Bagi masyarakat Indonesia, harga Rp3.000.000 per gram merupakan tonggak sejarah baru. Hal ini membawa dua sisi mata uang :

Keuntungan Besar : Bagi mereka yang sudah memiliki aset emas sejak tahun 2024 atau 2025, nilai portofolio mereka meningkat drastis (lebih dari 20-30% dalam waktu singkat).

Berat Masuk Bagi calon pembeli baru, harga ini dianggap sangat mahal, sehingga banyak yang mulai beralih ke skema cicil emas atau membeli dalam denominasi kecil (0,5 gram).

Catatan Penting : Tren kenaikan ini diprediksi masih memiliki potensi untuk berlanjut selama ketidakpastian geopolitik di awal 2026 belum mereda. 

Beberapa analis bahkan memproyeksikan emas bisa menyentuh angka yang lebih fantastis sebelum akhir kuartal pertama.

Iklan ads