![]() |
Di prediksi harga kopi arabika akan mengalami kenaikan segnifikan menjelang akhir tahun |
Naratawa.id - Harga kopi arabika kembali mencetak reli tajam. Berbagai faktor mulai dari perubahan iklim, serangan hama, hingga lonjakan biaya produksi membuat rantai pasok arabika global kian rapuh.
Dilansir dari cnbc indonesia yang di kutip dari tranding economics , Lonjakan tersebut menempatkan kopi sebagai komoditas pertanian dengan kenaikan harga paling agresif. Trading Economics mencatat, harga kopi naik 29,7% dalam sebulan terakhir dan 55,6% sepanjang tahun berjalan (year-to-date).
Sebagai jenis kopi yang sensitif, arabika hanya bisa tumbuh di dataran tinggi dengan suhu ideal 15-24°C. Namun fenomena iklim ekstrem seperti El Niño dan La Niña menyebabkan kekeringan, curah hujan berlebih, serta pergeseran pola panen.
Kenaikan suhu global juga mempersempit lahan yang cocok bagi arabika, sehingga semakin banyak petani yang kesulitan menjaga produktivitasnya.
Melonjaknya harga kopi disisi lain juga pengaruh oleh ketatnya suplai akibat tensi perdagangan. Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 50% terhadap sejumlah ekspor Brasil, termasuk kopi.
Di Brasil, panen kopi arabika 2025/26 sudah mencapai 76% per akhir Juli menurut Safras & Mercado, sementara robusta 96% selesai dipetik.
Nah, melihat dari cuaca yang tidak menentu mengakibatkan kopi arabika kuantitas panennya mengalami penurunan berakibat suplay arabika berkurang hargapun ikut mengalami kenaikan yanh cukup segnifikan , Mungkinkah akan berdampak lonjakan harga kopi lokal ( Indonesia ) ?