Naratawa.id - Kabar gembira bagi para investor indonesia bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah hari ini. Pada penutupan perdagangan Rabu, 26 November 2025, IHSG berhasil melesat tajam dan menembus level psikologis baru, ditutup pada posisi 8.602,13 atau naik sebesar 0,94% dari penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka menguat tipis pagi ini di level 8.533,886, namun kemudian bergerak volatil sepanjang hari. Puncak penguatan terjadi menjelang penutupan, didorong oleh sentimen positif yang kuat dari pasar global, terutama peluang penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat yang semakin besar.
Pencapaian rekor 8.600 ini tidak terlepas dari optimisme yang sebelumnya telah dilontarkan oleh beberapa pihak, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dikenal sebagai sosok yang sangat optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia, bahkan Purbaya secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa IHSG dapat menembus level 9.000 pada akhir tahun 2025.
Target Purbaya bukan sekadar angka teknikal, melainkan narasi besar tentang masa depan ekonomi Indonesia. Pencapaian rekor hari ini memperkuat narasi tersebut, menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar modal berjalan seiring dengan proyeksi fundamental ekonomi jangka panjang.
Dampak Kenaikan IHSG pada Ekonomi Warga Indonesia.
Peningkatan Kepercayaan Investor : IHSG yang kuat menarik minat investor asing (capital inflow) dan domestik. Investor melihat Indonesia sebagai tempat yang aman dan menguntungkan untuk menanamkan modal.
Penguatan Nilai Tukar (Rupiah): Ketika modal asing (dolar AS) masuk ke pasar saham untuk membeli saham, permintaan terhadap Rupiah akan meningkat. Hal ini cenderung memperkuat atau setidaknya menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Dampak ke daya beli : Rupiah yang stabil dan kuat membuat harga barang-barang impor menjadi lebih murah, termasuk bahan baku yang digunakan industri, suku cadang, hingga komoditas seperti gandum dan kedelai. Dampaknya adalah potensi inflasi yang lebih rendah, sehingga daya beli masyarakat terjaga.
Akses Modal Mudah dan Murah : Dengan harga saham yang tinggi, perusahaan yang terdaftar di bursa (emiten) akan lebih mudah dan murah untuk mendapatkan modal baru, baik melalui penerbitan saham baru (rights issue atau IPO) maupun obligasi.
Akses Lapangan Kerja : Ekspansi perusahaan berarti pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan peluang kerja, yang secara langsung berdampak pada penurunan angka pengangguran dan peningkatan pendapatan rumah tangga.
Sejak Purbaya menjabat, pasar modal memang menunjukkan respons positif. Direktur Utama BEI bahkan pernah mencatat bahwa IHSG mencetak rekor All-Time High berkali-kali dalam waktu singkat setelah Menkeu menjabat.
Penting : Kenaikan IHSG adalah cerminan bahwa ekonomi berjalan baik (perusahaan laba, optimisme), bukan penyebab utama dari kesejahteraan warga, Namun setidaknya dengan IHSG terus naik aliran dana akan menetes kepada masyarakat luas dengan berbagai macam regulasi .




