Naratawa.id - Di tengah industri teknologi yang sering kali didominasi oleh kaum pria, nama Marina Budiman bersinar terang sebagai anomali yang menginspirasi. Sebagai Co-Founder dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), Marina bukan hanya seorang pengusaha sukses, tetapi juga salah satu wanita terkaya di Indonesia yang memegang kunci infrastruktur digital Tanah Air.
Lahir pada tahun 1961, Marina sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi dan Keuangan dari University of Toronto, Kanada. Karier profesionalnya dimulai di sektor perbankan pada tahun 1985 sebagai Account Officer di Bank Bali.
Siapa sangka, justru di bank inilah takdirnya berubah. Di sana, ia bertemu dengan Otto Toto Sugiri, sosok legendaris yang kelak menjadi mitra bisnis jangka panjangnya.
Keduanya terlibat dalam proyek implementasi perangkat lunak perbankan, yang menjadi titik balik ketertarikan Marina dari dunia keuangan murni ke dunia teknologi.
Versi Forbes, yang di lansir dari tekno kompas, Marina Budiman tercatat sebagai wanita terkaya di Indonesia pada tahun 2025, dengan kekayaan sekitar US$5,3 miliar (± Rp87–88 triliun).
Ia menempati peringkat ke-7 orang terkaya di Indonesia secara keseluruhan, dan peringkat sekitar 650–660 di dunia dalam daftar Forbes Real Time Billionaires.
Marina berhasil menembus daftar 10 orang terkaya di Indonesia serta menjadi yang terkaya di antara perempuan Indonesia versi Forbes.
Kepemilikan sahamnya di DCII menjadi sumber utama kekayaannya, berkat pertumbuhan pesat sektor data center di era digital.



