Iklan

Iklan feed

,

Iklan

 



Pemicu Perang ! Fakta Mengejutkan di Balik Obsesi Amerika Serikat Ingin Membeli Greenland dari Denmark

Naratawa
Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T18:00:39Z

Naratawa.id - Wacana Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland kembali memanas, terutama dengan pernyataan-pernyataan terbaru dari pemerintahan Donald Trump di awal tahun 2026 ini.

Meski bagi banyak orang ide "membeli pulau" terdengar kuno karna wacana AS mau menguasai greenland mulai dari tahun 1867 periode presiden AS Andrew Johnson. Namun, bagi Washington, Greenland adalah bidik catur paling krusial di abad ke-21.

Di mana itu Greenland ?


Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, Greenland merupakan pulau terbesar di dunia melebihi Papua dan Kalimantan, terletak di Kutub Utara.

Meski berstatus pulau paling besar di dunia, Greenland adalah wilayah yang paling jarang penduduknya di dunia hanya sekitar 56.000 orang tinggal di sana, sebagian besar adalah penduduk asli Inuit.

Perekonomiannya sebagian besar bergantung pada perikanan. Wilayah tersebut ditopang pemerintah Denmark, yang jumlahnya mencapai sekitar seperlima dari PDB.

Melansir dari media BBC secara geografis terletak di Amerika Utara, Greenland dikuasai oleh Denmark—yang terpisah hampir 3.000 kilometer—selama sekitar 300 tahun.

Pulau ini kuasai sebagai koloni hingga pertengahan abad ke-20. Selama sebagian besar periode tersebut, Greenland tetap terisolasi dan miskin.
Pada 1953, Greenland menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dan penduduk Greenland menjadi warga negara Denmark.

Pada 1979, referendum tentang pemerintahan mandiri memberikan Greenland kendali atas sebagian besar kebijakan di wilayahnya, sementara Denmark tetap memegang kendali atas urusan kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Mengapa Greenland Jadi wilayah bidikan Amerika Serikat ?


1. Keamanan Nasional dan Dominasi Arktik

Alasan utama yang selalu didengungkan adalah keamanan nasional. Greenland terletak di antara Amerika Utara, Eropa, dan Rusia.

Pangkalan Udara Pituffik : AS sudah memiliki pangkalan militer paling utara di sini. Pangkalan ini dilengkapi dengan sistem radar peringatan dini yang mampu mendeteksi rudal balistik antarbenua (ICBM) yang datang dari arah kutub.

Greendland Jalur Straregis : Greenland adalah bagian dari jalur strategis Greenland-Iceland-United Kingdom (GIUK). Siapa pun yang menguasai jalur ini dapat mengontrol lalu lintas kapal selam dan kapal perang dari Samudra Arktik menuju Atlantik Utara.

2. "Harta Karun" Mineral Tanah Jarang (Rare Earth Elements)

Di balik lapisan esnya yang mencair, Greenland menyimpan kekayaan mineral yang bisa mengubah peta ekonomi dunia.

Peringkat Dunia : Berdasarkan data survei geologi, Greenland diperkirakan menempati peringkat ke-8 dunia untuk cadangan logam tanah jarang (REE).

Ketergantungan pada China : Saat ini, China mendominasi sekitar 80-90% pasokan REE global. Mineral ini sangat vital untuk teknologi modern: komponen ponsel pintar, baterai kendaraan listrik, turbin angin, hingga sistem navigasi rudal canggih.

Cadangan Raksasa Logam : Proyek seperti Kvanefjeld di selatan Greenland disebut sebagai salah satu deposit logam tanah jarang dan uranium terbesar di dunia yang belum dikembangkan, dengan estimasi lebih dari 11 juta metrik ton.

Saat ini, yang menjadi perhatian khusus adalah mineral bumi yang langka, yang belum ditambang tetapi berada di bagian selatan Greenland.

Mineral ini sangat penting dalam semua jenis teknologi, mulai dari telepon seluler hingga turbin angin," dan itulah maunya AS untuk mengedalikan ekonomi dunia dan ingin menjadi negara super power yang tak terkalahkan .

Iklan ads