Iklan

Iklan feed

,

Iklan

 



Pecah Rekor ! Perusahaan Alumunium China Investasi 25 Triliun di Pasuruan akan serap 7000 pekerja

Naratawa
Jumat, 16 Januari 2026, Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T12:25:23Z

Naratawa.id - Kabupaten Pasuruan kian dilirik para investor asing yang ingin menanamkam modalnya.

Sebagai buktinya, sebuah perusahaan smelter aluminium berskala global yang berbasis di Chongqing, Cina, Bosai berencana untuk berinvestasi di Kabupaten Pasuruan.

keseriusannya diwujudkan dalam bentuk kunjungan ke Kabupaten Pasuruan yang di lansir di portal berita kabupaten pasuruan, Kamis (15/1/2026) siang. 

Begitu datang, rombongan yang diketuai Vice President Bosai Mineral Group, Mr Cao Wengi langsung disambut oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, kemudian Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan, Suryono Pane serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ridwan Harris. 

Kabar mengenai investasi besar senilai Rp25 triliun dari perusahaan aluminium asal China di Kabupaten Pasuruan. 

Perusahaan yang dimaksud adalah Bosai Minerals Group Co., Ltd., salah satu raksasa smelter aluminium dunia yang berbasis di Chongqing, China.

Berikut adalah kronologi kabar lengkap perkembangan investasi tersebut hingga Januari 2026 : 

1. Penjajakan Awal dan Kunjungan (Pertengahan 2025)

Rencana ini dimulai dengan serangkaian kunjungan perwakilan Bosai Minerals Group ke Jawa Timur. Mereka diterima langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melihat potensi lahan dan infrastruktur pendukung industri. 

Pasuruan dipilih karena lokasinya yang strategis dan kesiapan kawasan industrinya.

2. Penandatanganan MoU Strategis (1 Desember 2025)

Ini merupakan titik balik terpenting. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), sebagai pengelola kawasan industri milik BUMN, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bosai Minerals Group.

Penandatanganan dilakukan di Surabaya, dihadiri oleh Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo dan jajaran Pemprov Jatim.

Isi Kesepakatan Persiapan pemanfaatan lahan industri di wilayah Pasuruan (tepatnya di kawasan PIER - Pasuruan Industrial Estate Rembang) untuk pembangunan smelter aluminium.

Nilai Investasi Disepakati senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp25 triliun.

3. Finalisasi Dokumen dan Koordinasi (Desember 2025 - Januari 2026)

Setelah MoU, kedua belah pihak masuk ke tahap teknis. Holding BUMN Danareksa turut turun tangan untuk memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan regulasi dan perizinan berjalan lancar, mengingat proyek ini bersifat multiyear (tahun jamak).

4. Pertemuan Lanjutan dengan Pemkab Pasuruan (15 Januari 2026)

Baru-baru ini, pada 15 Januari 2026, perwakilan Bosai kembali bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang diwakili oleh Wakil Bupati, Shobih Asrori (Gus Shobih).

Dalam pertemuan lanjutnya Membahas percepatan kelengkapan dokumen dan izin operasional.

Perusahaan menargetkan agar kegiatan produksi bisa segera dimulai setelah seluruh dokumen administratif rampung pada tahun ini.

Dampak dan Detail Proyek

Investasi ini diprediksi akan membawa perubahan signifikan bagi ekonomi lokal :

Penyerapan Tenaga Kerja : Proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 7.000 tenaga kerja.

Jenis Industri : Smelter pengolahan bijih bauksit menjadi aluminium.

Proyek ini dirancang untuk mendukung hilirisasi industri di Indonesia, sehingga Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah berkomitmen untuk memberikan "karpet merah" berupa kemudahan perizinan dan fasilitas infrastruktur agar proyek ini tidak mengalami hambatan dan di beri kelancaran .

Iklan ads